Satu kritikan sosial
Sejak menerima 'wake up call' aku menjadi begitu *gila* kepada majlis ilmu,menyedari kelompongan ilmu turath yang selama ini dipandang 'sipi' .

Selalu disuap, dan jangan mengkritis
Aku merasa ini satu budaya di Malaysia ini, ikut sahaja, jangan tanya, jangan soal, jangan pertikai.
Ya akhi, kalaulah di akhirat kelak kami boleh letakkan dosa kami ini kepada kamu, tidak mengapalah. Tetapi kami akan dipersoalkan oleh Allah, ikut Allah atau ikut pemimpin kami yang belum tentu betul atau ikut perangai *pendeta Nasrani dan Yahudi* yang menambah-nambah dan berbalah-balah tentang agama.
Apakah kita menjadikan Imam Syafie,Hanbali,Ahmad,Maliki sebagai Nabi kita?
Atau Ibn Taimiyah,Nashrudin al-Bani. Muhammad bin Abd Wahab sebagai Nabi kita?
Atau Muhammad SAW.

Seperti *jenaka* yang kita selalu dengar, 'soalan bocor' dalam Kubur:
-Apa kitab kamu?


Apakah hukum Islam tidak relevant,tidak bertamadun
Apabila orang jahil menulis tentang agama, maka siapakah yang menjadi gurunya. Aku sempat meneliti dan mentadabbur ayat-ayat surah al-Zukhruf malam tadi. Orang musyrik itu apabila ditanya tentang siapa yang menjadikan alam ini, mereka menjawab "Allah" . Tetapi mereka tidak beriman kepada Allah.
Begitu juga di dalam ayat lain, di akhir surah al-Hujurah, orang-orang Badwi memberitahu "Kami beriman" . Bahkan ditempelak oleh Allah(sefaham saya begitulah)-Katakanlah kamu itu Islam(patuh,tunduk),kerana Iman belum meresap di dalam hati kamu.

Soalan untuk diri sendiri- adakah kita dipandang beriman oleh Allah?

Comments

Popular posts from this blog

Panduan Bas Ekspres Kuala Lumpur (TBS) - Skudai

Cara Renew Passport Pembantu Rumah di Kedutaan Indonesia 2015